Ibu menusui perlu asupan gizi lebih tinggi 25% di bandingkan ibu yang tidak menyusui, bahkan lebih tinggi pula di bandingkan ibu hamil.
Pada masa 0-6 bulan menyusui, seroang ibu (denganb erat badan sektiar 54kg dan tinggi 156 cm serta memiliki kegiatan sedang), memerlukan 2950 kalori dan 64 gram protein. Jumlah ini berkurang menjadi 2750 kalori dan 60 gram protein pada masa 7-12 bulan menyusui (Dr. Muhilai dkk, Angka kecukupan gizi yang di anjurkan). Kekurangan kalori pada Ibu menyusui menyebabkan produksi ASI jadi berkurang, baik secara kuantitas maupun kualitas.
Bila kebutuhan untuk membuat ASI tak dapat tercukupi dari makanan yang diasup ibu, maka tubuh ibu akan menggunakan "simpanan/cadangan" bahan makanan dari tubuhnya sendiri. Bila ibu sampai kekurangan zat gizi, selain akan membuat tubuh si ibu jadi kuru dan kulitnya keriput, juga produksi hormon terganggu dan daya than tubuhnya turun hingga membuatnya kekurangan tenaga. Dalam kondisi semacam ini, seorang ibu bisa pingsan setelah menyusui bayinya.
Bukan cuma itu, bila ibu menyusui sampai kekurangan protein shingga produksi ASI menjadi sedikit dengan kualitas yang rendah, tentu akan mempengaruhi kualitas kesehatan bahkan tingkat kecerdasan bayinya.
selain itu, pada saat menyusui, ibu harus juga mengeluarkan energi extra, setiap 2-3 jam harus menyusui, sibuk dengan perawatan bayi seperti memandikan, menggendongnya agar tidak rewel, siaga di malam hari, dan sebagainya, di tambah kondisi fisik pascamelahirkan juga belum pulih benar. Belum lagi bila ibu harus melakukan pekerjaan sehari-hari, mengurus anak lain yang masih kecil dan memerlukan perhatian, maka kekurangan asupa zat gizi akan berpengaruh pada lemahnya tingkat kesehatan ibu menyusui sehingga memengaruhi kemampuannya dalam mengasuh dan merawat baiknya.
di kutip dari booklet yang di persembahakn oleh Lactamil dan Nakita, tgl 5 juli 2009
|